Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2010

Penduduk pulau Nias dari dulu sampai sekarang dikenal mayoritas menganut agama Kristen. Walau jiwa dan karakter ini, tidak dapat dipertahankan oleh sebagian mereka yang merantau ke luar pulau Nias, namun kalau kita datang ke Nias suasana kekristenan ini masih sangat dirasakan. Memang di kota-kota seperti Gunung Sitoli, Lahewa, Sirombu dan Telukdalam, nampak adanya pergeseran karena kehadiran para pendatang dari Sumatera dan Aceh, namun hampir seluruh desa masyarakatnya masih memeluk Kristen dan bernaung di bawah nama gereja terbesar yaitu BNKP, atau Banua Niha Keriso Protestan. Ada seorang teman dari Jakarta yang melakukan aksi sosial di beberapa desa di pulau Nias, ketika ia bertanya pada warga desa, “apa agamamu ?”, lalu mereka menjawab : BNKP !

Dengan keadaan masyarakat seperti ini, tentu saja pegawai-pegawai pemerintah, mayoritas beragama Kristen. sehingga gereja dan pemerintah kelihatan “satu”, namun sesungguhnya dua institusi yang berbeda. Salah satu contoh ketika adanya acara “Penataran para pelayan BNKP” yang diadakan oleh Resort 35 Lahewa awal bulan Agustus lalu. Dalam acara ini turut dihadiri oleh jajaran eksekutif dan legislatif Kabupaten Nias Utara. Hadir Plt. Bupati Nias Utara, yang diwakili oleh Asisten dua, H.S. Hulu (Ama Tefi), Camat Lahewa Medin.Baeha (Ama Lois) dan Ketua DPRD yang diwakili oleh Wakil Ketua, Amizaro Waruwu. Pada acara pembukaan, yang dilaksanakan di gereja BNKP Lahewa, ketiga tokoh ini masing-masing diberi kesempatan menyampaikan kata sambutan. Diawali oleh Camat, kemudian DPRD dan terakhir Bupati. (lebih…)

Read Full Post »

Sudah lama kita mendengar bahwa Plt (Pelaksana Tugas) Bupati Kabupaten Nias Utara (Kanira) sudah berganti dari Bapak Drs.Tolo’aro Hulu (Ama Vica) kepada Penjabat baru Bapak Drs.Fonaha Zega (Ama Forti). Pergantian Kepala Daerah Kanira yang sudah terjadi pada bulan Juni lalu itu, tentu saja sebagai warga Kanira dimanapun berada pada tempatnya, walau hanya melalui wadah ini, kita mengucapkan SELAMAT DATANG dan “selamat melayani” kepada Penjabat baru, Bapak Ama Forti Zega, yang akan memimpin Kanira untuk beberapa bulan mendatang. Demikian pula kita mengucapkan TERIMA KASIH kepada Bapak Ama Vica Hulu yang telah menyelesaikan masa tugas selama 1 tahun sebagai Plt.Bupati Kanira. Segala hal yang telah dilakukan apakah besar atau kecil selama satu tahun pasti tetap tercatat dalam sejarah Kanira.

Pergantian Penjabat ini dari satu sisi adalah hal yang biasa. Namun di sisi lain ketika mendengar suasana politisnya di seputar pergantian ini, sangat layak di sikapi. Menurut informasi, sesungguhnya bapak Ama Vica Hulu masih dapat melanjutkan tugasnya untuk satu tahun lagi. Kesempatan itu masih terbuka mengingat juga masa pensiun sebagai PNS masih tiga tahun lagi. Namun mengapa tidak berlanjut, inilah yang menyisakan tanda tanya. Apalagi sekarang Bapak Ama Vica tinggal menjadi staf di Kantor Bupati Kabupaten Nias. “Sayang sekali”, banyak orang mengatakan demikian. Demikian pula ketika bapak Ama Forti, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kanira tiba-tiba bisa menjadi Penjabat Bupati, sangat mengagetkan semua pihak. Karena itu para analisis lokal pun di Kanira dengan bebas memberi komentar. Ada yang mengatakan : inilah namanya politik, dimana kawan bisa menjadi lawan dan lawan bisa menjadi kawan, demi sebuah kepentingan yang mengatasnamakan rakyat. Politik, kata mereka, tidak selamanya melewati jalan lurus, bahkan sangat berliku. Kalau tidak waspada, bisa saja orang yang ada di belakang bisa menyalip seketika, mungkin di sebuah tikungan yang tidak disadari. Kalau lawan sudah menyalip dan meluncur di depan bak anak panah bagaimanapun sudah tidak bisa dikejar. Akibat yang terjadi adalah kekalahan dan penyesalan di depan. Kita tidak tahu komentar-komentar ini ditujukan kepada siapa. Yang jelas itulah gambaran bagaimana perjuangan yang terjadi di sekitar proses pergantian itu.

Terlepas dari semua situasi ketika pergantian itu terjadi, berbincang dengan Bapak Ama Forti, sebagai Pj.Bupati Kanira, sangat menyenangkan. Ketika ada kesempatan berjumpa pada Jumat, 6 Agustus 2010 lalu di Kantornya di Lotu, ibu kota Kanira, sempat terungkap hal-hal yang akan dilakukan dan dibenahi dalam waktu yang masih ada ke depan sebelum adanya Bupati defenitif. Salah satunya adalah mengajak para pegawai untuk disiplin dan menjalankan tugas dalam kebenaran. Beliau berupaya tegas untuk dan agar “kebenaran” ini dapat dijalankan. Dari sikap bicara dan watak, sangat kelihatan kalau bapak Ama Forti sebagai orang yang tegas. Soal kebenaran ini, mungkin saja ada kaitan dengan kariernya di masa lalu di Kabupaten Nias. Beliau pernah ditempatkan sebagai Sekretaris BKD dan kemudian di pindah sebagai Kepala Dinas Pariwisata.

Hal lain yang menjadi perhatiannya adalah mengawal pemilukada Kabupaten Nias Utara sehingga berlangsung sukses. Memang ada niat ingin maju sebagai salah satu candidat, apakah sebagai nomor satu atau sebagai wakil, tetapi masih pikir-pikir terkait roda pemerintahan Kanira, ketika niat itu mau diwujudkan. Baginya yang paling utama dan paling penting adalah mempersiapkan pemilukada, yang menurut rencana akan dilaksanakan pada awal bulan Pebruari 2011. Dengan pemilukada sukses berarti akan hadir Bupati defenitif, yang memimpin Kanira. Mengenai balon-balon yang namanya sudah mulai disebut-sebut, untuk menjadi pemimpin Kanira, menurutnya semuanya memiliki plus-minus. Karena itu pesannya : pertama-tama para candidat harus dapat mengenal sungguh-sungguh kekuatan dan kelemahannya, baru setelah itu kekuatan dan kelemahan lawan. Kemudian mampu membaca keinginan masyarakat baik yang dikatakan maupun yang belum mereka ungkapkan. Yang belum terungkapkan itu sekarang, bisa saja baru pada saat pilkada dikeluarkan. Dan hal tersebut kalau sudah menjadi sebuah opini masyarakat maka bisa menjadi keuntungan atau sebaliknya menjadi kerugian bagi candidat.

Hal lain sebagai informasi, bahwa selama dua bulan menjadi Penjabat Bupati Kanira, dijajaran kepegawaian di Kanira, Kepala BKD dan Ketua Bappeda mengalami pergantian. Kemudian para camat sedang bersiap-siap akan mengalami “tour of duty”. Selanjutnya sedang difasilitasi pembentukan KPUD Kanira, yang diharapkan segera terbentuk sebelum Pemilukada. Hal yang menarik lainnya adalah menyelesaikan perjuangan 50 orang calon pegawai negeri sipil yang NIP mereka tidak dapat keluar, pada hal nama-nama mereka sudah diumumkan sebagai calon yang lulus PNS pada tahun lalu. DPRD Kanira, khususnya Komisi A, sudah ke Jakarta menanyakan hal ini, hasilnya belum ada yang tahu. Bagaimana kelanjutan semua ini, marilah kita ikuti bersama. Salam.

Read Full Post »