Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober 19th, 2009

Aduh beratnya kayu iniAnak-anak di desa, lain dengan anak-anak di kota. Anak-anak di kota, waktu yang tersedia sepulang sekolah dapat digunakan untuk bermain bersama teman-temannya. Ada juga yang mengikuti pelajaran tambahan, ektra kurikuler. Atau orang tua menambah pendidikan anak-anak lewat bimbingan belajar atau les tambahan di luar sekolah. Belum lagi pendidikan informal lewat berbagai informasi yang dilihat dan didengar oleh anak-anak dengan membaca media masa koran dan majalah atau mendengar radio dan TV, dan lain-lain. Karena itu anak-anak di kota, dengan kesempatan yang begitu banyak untuk belajar, kecenderungan menjadi anak-anak pintar menjadi sangat besar. Sehingga generasi penerus yang berkualitas tetap didominasi oleh anak-anak yang tinggal di kota-kota besar.

Inikah pendidikan ekstar kurikuler kami ?Lain dengan anak-anak yang tinggal di desa. Masih kecil atau masih remaja sudah harus bekerja berat. Bagi mereka selain sekolah mereka juga harus membantu orang tua mereka. Inilah yang dilihat langsung terjadi pada anak-anak SD dan SMP di Pulau Nias. Hampir semua anak-anak sekolah di Nias, mulai dari SD bahkan sampai SMU, waktu yang masih tersedia sepulang sekolah bukan untuk bermain dengan teman-teman sebayanya atau mengikuti tambahan pelajaran lewat les atau bimbingan belajar. Tetapi mereka mengisi waktu yang ada itu dengan membantu orang tua bekerja di ladang atau di kebun. Misalnya mencari kayu bakar di hutan, mencari umbi-umbian untuk makanan ternak, menggali batu untuk pembangunan jalan dengan honor ala kadarnya. Bahkan dapat juga disuruh untuk mengangkut kayu dari hutan yang diperuntukkan untuk bangunan rumah. Dan honor atau gaji yang mereka terima bukan untuk jajan tetapi untuk menambah penghasilan keluarga mereka. Pandangan yang dimiliki oleh para orang tua bahwa belajar itu ya, hanya ketika ada di sekolah, pada jam belajar di ruang kelas. Setelah itu, ketika sudah berada di rumah ya, anak-anak harus membantu orang tua, turut menjadi tenaga kerja lokal bagi ekonomi keluarga. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »