Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober 13th, 2009

Gadis Nias memang cantikSetelah Nias Utara menjadi sebuah Kabupaten, kini baik pemda maupun masyarakat mulai giat mencari peluang bidang-bidang apa saja yang segera dapat digarap dan dikembangkan. Dan salah satu bidang yang banyak dibicarakan saat ini adalah daerah pantai sebagai daerah yang dapat segera dikembangkan menjadi tempat kunjungan wisata. Dari segi geografis ternyata Daerah Kabupaten Nias Utara kurang-lebih dua pertiga di kelilingi oleh pantai. Mulai dari Awa’ai kecamatan Sitõlu Õri terus menyusuri Tuhemberua, kecamatan Sawõ, Lafau di Lahewa Timur, pantai Ture Galõkõ dan pantai Toyolawa di kecamatan Lahewa, pantai Afulu dan Salonako di kecamatan Afulu.
Dari sekian banyak calon pantai wisata itu, sekarang salah satu yang terkenal adalah pantai Ture Galõkõ di Desa Balõfadoro Tuho. Pada hari-hari libur puluhan kendaraan roda empat dan roda dua yang datang dari berbagai tempat beriring-iringan memasuki pantai ini. Pantai ini sudah menjadi pilihan masyarakat untuk menikmati semilirnya angin pantai dan sambil berenang menikmati bening dan birunya air laut. Keadaan ini pun mendapat sambutan dari masyarakat sekitar dengan mendirikan saung-saung di pinggir pantai untuk menjadi tempat berteduh, tempat istirahat sambil menikmati kopi, teh, soft drink atau air kelapa muda. Bagi masyarakat sekitar bahwa tamu yang datang tidak boleh dibiarkan kehausan atau kelaparan, karena itu mereka menyediakan semua yang dibutuhkan oleh para wisatawan local ini, termasuk kalau menginginkan ikan bakarnya yang cukup nikmat. Demikian juga Pemda (masih pemda Nias) sekarang ini sedang membangun sebuah bangunan yang dapat dijadikan tempat pertunjukkan, yang disekitarnya dibangun pula kamar mandi dan sarana lainnya.
Dua dara manis ini, ditemui di pantai Ture GalokoKeistimewaan pantai ini karena jaraknya cukup dekat dari kecamatan Lahewa, yaitu kurang lebih hanya empat kilo meter. Dan dari Kecamatan Lotu, ibukota Kabupaten Nias Utara hanya 25 kilo meter, kurang lebih setengah jam dengan kendaraan roda empat. Sementara dari Kota Gunung Sitoli jaraknya 80 km yang dapat ditempuh kurang lebih 2 jam saja. Bagi para pengunjung sebelum menginjakkan kaki di pantai, akan melewati rumah-rumah nelayan yang tegak tersusun rapi di kiri-kanan jalan dan seakan berdiri berbaris dengan pohon-pohon kelapa, sehingga mata menjadi syahdu dan hatipun menjadi damai. Kemudian begitu tiba di pantai, akan melihat indahnya lautan luas nan biru menyentuh kaki langit, sementara kaki sendiri dapat menyentuh atau berjalan di atas batu-batu karang yang sudah disusun sedemikian rupa oleh alam. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »