Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober 4th, 2009

Sejak dilantik sebagai Plt.Bupati di Kabupaten Nias Utara oleh Mendagri di Jakarta pada tanggal, 26 Mei 2009, Bapak Tolo’aro Hulu (Ama Vica) selalu berkoordinasi dengan Bupati Kabupaten Nias, Binahati Baeha dalam memulai berbagai tugas di DOB tersebut. Koordinasi diperlukan dalam rangka menata organisasi pemerintahan. Dari hasil koordinasi itu maka pada tanggal 25 Agustus 2009 lalu Bupati Nias menyerahkan seluruh perlengkapan, pegawai dan asset yang masuk wilayah Kanira kepada Plt. Bupati Kanira. Pegawai pemerintah yang ada di wilayah Kanira seperti para Camat dan Karyawan di kantor Camat dan kelurahan diserahkan menjadi Camat dan Karyawan Kanira. Bahkan ditambah lagi sebanyak 52 orang pegawai Kabupaten Nias juga diberikan untuk Kabupaten Nias Utara.

Oleh karena sejak Kanira di Undangkan tanggal 26 Oktober 2008 dan Plt dilatik 26 Mei 2009 belum diadakan pertemuan dengan seluruh masyarakat di Kanira, maka pada Sabtu 19 September 2009 dilakukan acara yang diberi nama “Syukuran atas terbentuknya Kanira dan pengantar tugas Penjabat Bupati Kanira” di tempat calon ibukota Kanira yaitu Kecamatan Lotu. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua BPP Kanira Jakarta dan memberi sambutan mewakili BPP Kanira. Oleh sebab itu informasi berikut adalah sebagai hasil liputan langsung atas acara tersebut. Acara ini secara umum dinilai sangat sukses, tidak hanya dari segi yang hadir yaitu masyarakat yang berasal dari setiap kecamatan dan para undangan tetapi didukung pula cuaca yang bersahabat. Sepanjang hari Sabtu itu tidak turun hujan sekalipun kadang awan hitam terlihat menggantung di atas langit tempat acara berlangsung, tetapi hanya sebentar karena segera menghilang dibawa angin. Susunan acara bagus dan juga pelaksaannya.

Acara dimulai pada pukul 10.30, terlambat setengah jam dari yang tertera di surat undangan. Bagian pertama dari acara diawali dengan laporan Ketua Panitia Syukuran yaitu Bapak Darius Baeha (Ama Iman). Beliau adalah pegawai di DDN Jakarta yang sudah pindah ke Kanira setelah Kanira menjadi DOB. Setelah itu acara fangowai dan fame’afo secara adat Nias, yang dilakukan oleh tokoh-tokoh adat dan ibu-ibu Ina mbanua. Baru kemudian acara kebaktian syukur, yang dipimpin oleh seorang Pendeta dan Doa syafaat oleh seorang Pastor. Setelah itu, acara pemberian gelar adat kepada Bupati Nias, Binahati Baeha, atas usahanya bersama dengan komponen masyarakat lainnya, berhasil mewujudkan sebuah Kanira. Masyarakat Kabupaten Nias Utara sepakat memberi gelar adat sebagai BALUGU YAWA ZATARO kepada Bupati Nias dan INADA BARASI SAMAERI kepada isterinya. Cara pemberian gelar adat ini dengan cara lahuhugo dan penyematan baju adat Nias dan topi kebesaran Nias kepada Bupati Nias. Sementara bagi isterinya adalah dengan diberi “Bola Nafo” sebagai simbolnya. Demikian pula kepada Plt.Bupati Kanira, diberi baju adat dan topi kebesaran Nias sebagai tanda bahwa masyarakat Kanira menyambut kedatangan Pj.Bupati untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan Peraturan.

Bupati Nias memakai Topi Balugu Yawa Sataro

Bupati Nias memakai Topi Balugu Yawa Sataro


Setelah seremoni syukur ini, dilanjutkan dengan acara (yang dianggap sebagai bagian ke II) sambutan-sambutan. Di dahului dengan menyanyikan lagu “Tano Niha” oleh seluruh hadirin. Lagu ini memang sungguh menggugah. Setiap menyanyikan lagu ini apalagi bersama-sama, jiwa raga dan bathin terhanyut untuk mendengar panggilan bahwa “bangunlah pulau niasmu sebab ia menyimpan harta karun untuk membebaskan rakyatnya dari belenggu kemiskinan”. Sambutan-sambutan kemudian disampaikan berturut-turut oleh Fanolo Hulu sebagai tim fasilitasi acara syukuran. Mewakili BPP Kanira oleh Pdt.Herman Baeha, yang menceritakan awal terbentuknya BPP Kanira baik yang di Jakarta, Gunung Sitoli dan Medan dan pekerjaan yang dilakukan (secara singkat) selama lima tahun dari tebentuknya pada tahun 2003 sampai Kanira menjadi sebuah Kabupaten akhir Oktober 2008 dan juga menyampaikan harapan-harapan kepada Penjabat Bupati Kanira, agar membangun pondasi yang kokoh bagi Kanira agar bangunan di atasnya dapat berdiri tegak dan kokoh. Mewakili tokoh masyarakat Kanira Bapak Hanati Nazara (mantan Bupati Nias), yang menegaskan pesan Presiden Soekarno tentang “Jas Merah”, yang artinya “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”. Kemudian kata sambutan Penjabat Bupati Nias Utara, Tolo’aro Hulu dan terakhir Bupati Nias, Binahati Baeha, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh dokumen dan peralatan asset yang masuk wilayah Kanira sudah diserahkan termasuk 1095 pegawai bahkan ditambah 52 orang dari kabupaten induk di pindahkan ke Kanira. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »