Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2009

Pada umumnya pembangunan dikatakan berhasil ketika secara fisik dapat dilihat ada yang bertambah, ada yang baru, ada yang berkembang. Contohnya : jalan antar desa dan kecamatan tiba-tiba di aspal, gedung sekolah direnovasi, listrik masuk desa, balai desa dibangun, gedung pemerintahan bertambah, jumlah pegawai negeri bertambah, dan lain-lain. Masyarakat pun agaknya terbiasa dengan frame pemahaman atau paradigma berpikir seperti ini. Kalau masyarakat menilai pemerintah berhasil dalam pembangunan, ya itu tadi tolok ukurnya adalah ada yang terlihat secara fisik yang sudah dibangun di tempat atau wilayahnya.
Pembangunan yang mengutamakan pembangunan karakter manusia, agaknya kurang mendapat perhatian di setiap pemerintah daerah. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Permainan catur sebuah permainan yang sangat menyenangkan. Ketika dua orang sedang bermain catur, mereka seakan tenggelam dalam permainan itu. Kadang waktu tidak terasa, kalau sudah berjalan sekian jam. Bahkan orang disekeliling pun datang atau pergi tak perduli. Makan, minum dapat ditunda asal permainan terus berjalan.
Apa indahnya permainan catur ? Permainan catur berbicara soal strategi. Kedua pemain masing-masing merencanakan dan sekaligus mempraktekkan strateginya baik untuk bertahan maupun untuk menyerang mengalahkan lawan. Dan tentu saja otak, akal, logika sangat berperan dalam melakukan semua itu. Memancing, memberi umpan, memukul atau mundur dan bertahan dimainkan melalui buah-buah catur. Itulah sebabnya biji catur jumlahnya sama pada kedua pemain, masing-masing 16 buah. Jenis dan fungsinya juga sama. Jumlah yang 32 itu dimainkan diatas bidak papan yang kotaknya berjumlah 64 kotak. (lebih…)

Read Full Post »

HIKMAT KEHIDUPAN 1

Adakah jalan yang lurus jauh ? Adakah daratan luas yang tanpa bukit ? Tentu tidak ada ! Jalan selalu ada belokkan, persimpangan, tanjakkan dan turunan. Jalan tol pun, yang dikatakan “jalan bebas hambatan”, berbelok dan menanjak. Sekalipun tidak terasa kalau sedang melewati karena kendaran selalu dalam kecepatan tinggi tetapi belokkan dan tanjakkan itu tetap dapat dilihat oleh mata. Demikian dengan hidup ini. Hidup tak pernah berjalan tanpa belokkan, tanjakkan bahkan turunan. Hidup tidak selalu lurus dan mulus. Yang membuat kehidupan berbelok bisa jadi karena persoalan, yang membuat mendaki bisa jadi karena pergumulan dan menurun apalagi kalau bukan masalah. Persoalan tidak selalu datang dari diri hidup itu sendiri tetapi datang dari lingkungan di luar dirinya. Persoalan sering membuat kehidupan terasa tersendat bahkan macet atau seakan dipersimpangan. Beban dialami begitu amat berat sekalipun sesungguhnya yang dipikul begitu kecil.
Dalam keadaan demikian, para orang bijak sering mengatakan bahwa jadikanlah “hidup ini seperti air yang terus mengalir”. (lebih…)

Read Full Post »