Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November 16th, 2008

Ada banyak harapan setelah terbentuknya Kabupaten Nias Utara. Harapan tersebut adalah yang langsung dapat di rasakan oleh rakyat. Harapan itu adalah mimpi. Orang yang tidak berpengharapan, yang tidak punya mimpi adalah menjadi seseorang yang tidak punya masa depan. Dengan pengharapan, paling tidak seseorang tidak dikuasai dan diikat oleh hidupnya saat ini. Atau dengan puasnya berkata: hidupku hanya hari ini saja. Ungkapan bijak ini kiranya menegur kita bahwa : “pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita…”.
Salah satu pengharapan setelah terbentuknya KANIRA adalah bagaimana rakyat dapat setiap saat dapat datang pulang pergi ke pusat-pusat pasar untuk melakukan transaksi bisnis atau sekedar membentuk rasa ingin maju dalam dirinya. Kalau diamati KANIRA memiliki poros-poros sebagai pusat bisnis, yaitu Kecamatan Tuhemberua, Kecamatan Lotu, Kecamatan Lahewa, Kecamatan Alasa dan kecamatan Afulu. Dan pasar yang paling hidup saat ini adalah pasar di kecamatan Lahewa. Jadi betapa indahnya kalau public transportation, atau sarana transportasi untuk rakyat dari Tuhemberua ke Lotu dan dari Lotu ke Lahewa (poros satu), dari Alasa ke Lahewa (poros dua), dan dari Afulu ke Lahewa (poros tiga) dilayani oleh sarana transportasi gratis yang dikelola oleh pemda. Kalau ini berhasil, di mata rakyat, ini adalah salah satu bukti bahwa memang pemekaran itu adalah untuk mereka. Apalagi kalau termasuk sarana angkut hasil bumi seperti pisang, singkong, kelapa, karet, dll secara gratis disediakan oleh Pemda. Saya yakin akan timbul rasa hormat dan bangga seluruh rakyat kepada pemerintahnya. Dan pemerintah pun betul-betul nyata memikirkan dan mengutamakan kepentingan rakyatnya.
Seandainya harapan atau mimpi ini menjadi kenyataan ada beberapa pengaruh positif yang akan terjadi. Pertama, rakyat tidak terhambat oleh karena ketiadaan uang untuk pergi ke pasar, mungkin sekedar jalan-jalan atau menambah pergaulan, wawasan, menghibur diri, dll. Kedua, pasar atau poros-poros tadi menjadi hidup karena lalulintas manusia bertambah. Suatu hukum pasar, bahwa dimana manusia berkumpul di situ juga para pedagang bermunculan. Ketiga, pasar yang hidup akan memberikan efek domino pada PAD melalui pajak restoran, makanan, atau kegiatan-kegiatan lain. Keempat, meminimalkan rasa cemburu rakyat ketika para pejabat pemerintah kalau bepergian ke kantor atau kemanapun selalu naik mobil.
Memang mimpi ini memerlukan pengkajian lebih lanjut. Sebab akan menimbulkan pertanyaan seperti : apakah tidak mematikan usaha rakyat yang mengelola sarana trasnportasi; dari mana pemda mendapatkan modal untuk membeli sarana angkutan itu dan bagaimana dengan biaya operasionalnya; apakah setiap hari, setiap dua jam atau berapa kali seminggu melewati poros-poros lalulintas tadi. Memang ini perlu dipercakapkan. Tapi saya yakin bahwa ini adalah harapan kita semua, rakyat kabupaten nias utara.
Salam, pamaita.

Iklan

Read Full Post »