Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November 11th, 2008

Sebelum BRR berakhir pada bulan April 2009, diharapkan jalan dari Gunungsitoli ke Lahewa yang dibangun dengan aspal kotmix sudah selesai dikerjakan. Dengan demikian waktu tempuh dari Gunungsitoli ke Kecamatan Lahewa dapat dicapai dalam satu jam dengan naik motor dan satu setengah jam dengan mobil. Demikian pula diharapkan jalan yang melewati kecamatan Tuhemberua dan saw┼Ź menuju kecamatan Lotu, dan dari Alasa menuju Kecamatan Lotu serta dari Kecamatan Afulu ke Kecamatan Lahewa.
Pembangunan jalan-jalan yang seperti dilakukan BRR, jelas tidak dapat disanggupi oleh Pemda Kabupaten Nias bahkan juga Kabupaten Nias Utara karena anggaran yang sangat terbatas. Apalagi dengan menggunakan aspal hotmix. Karena itu, kita sangat bersyukur kalau program pembangunan BRR itu dapat terlaksana dengan baik atau terus dilanjutkan oleh Badan/Lembaga baru nantinya. Namun tentu saja persoalan tidak berarti selesai di situ. Di depan mata menanti sebuah pekerjaan yang tidak kalah besarnya yaitu bagaimana memelihara atau merawatnya, sehingga jalan yang mulus nan indah itu tidak kembali menjadi kubangan seperti semula sebelum dibangun.
Semua tahu bahwa jalan adalah urat nadi perekonomian, maka untuk memelihara dan merawat jalan tersebut saya bermimpi melalui tiga opsi. Pertama, melibatkan langsung masyarakat sebagai stake holder atas prasarana tersebut. Rakyat diingatkan dan didorong bahwa merekalah yang punya jalan itu, rasa memiliki harus sedemikian ditumbuhkan. Oleh karena itu tiap desa harus bertanggung jawab atas sepanjang jalan yang melalui desanya. Bisa melakukan gotong royong sebulan sekali untuk membersihkan saluran air, membersihkan kiri-kanan jalan sambil menanam bunga-bunga bagus. Gotong royong ini dengan koordinasi dari kepala desa dan dukungan dari ketua-ketua adat ditambah perintah langsung dari Camat. Sekiranya ada jalan yang mulai berlubang karena hujan, maka di sini fungsi kimpraswil/PU untuk segera memperbaikinya.
Kedua, dengan mengangkat tenaga kontrak dari masyarakat yang diberi honor setiap bulan dengan tanggung jawab atas pemeliharaan/kebersihan jalan 1-2 km setiap orang. Pekerjaan yang dilakukan tentu harus dirumuskan dengan jelas. Opsi ini memungkinkan pemuda yang putus sekolah atau beberapa orang rakyat memperoleh penghasilan tambahan. Ketiga, dengan di tenderkan pada pengusaha lokal untuk merawat dan memelihara jalan-jalan tersebut, selama satu tahun atau dua tahun yang dapat diperpanjang kalau kinerjanya dinilainya bagus.
Opsi apapun yang dipilih, maka agar menimbulkan daya saing yang sehat maka perlu ditambah lagi yaitu melakukan perlombaan setahun sekali. Kriteria penilaian dapat disusun seperti kebersihan jalan dan saluran air, keindahan kiri-kanan jalan, termasuk biaya minim yang dikeluarkan oleh pemerintah pada setiap kilo meter jalan. Dengan demikian rakyat atau desa diharapkan tumbuh rasa memilikinya dan cara berpikirnya bisa berubah, bahwa pembangunan apapun sebenarnya adalah dari, oleh dan untuk masyarakat. Pemerintah adalah hanya sebagai fasilitator dan koordinator saja.
Salam, pamaita.

Iklan

Read Full Post »