Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November 7th, 2008

DAHSYATNYA KATA “YAHOWU”

Sebuah kisah yang amat sayang kalau tidak dituliskan. Sebab kalau tidak tertulis maka dengan mudah berlalu dan terlupakan. Kisahnya adalah terjadi di ruang sidang paripurna DPR RI di Senayan Jakarta, Rabu, 29 Oktober 2008. Ketika fraksi-fraksi menyampaikan pandangan akhir tentang persetujuan pemekaran 12 daerah otonomi baru, yang di dalamnya termasuk Kabupaten Nias Utara, Barat dan Kota Gunung Sitoli. Pada saat itu ucapan “yahowu” tiga kali diteriakkan dengan lantang oleh 2 orang anggota dewan dalam ruang sidang paripurna tersebut.
Pertama terdengar ketika wakil dari fraksi PDIP, yaitu Eka Santoso, membacakan pandangan akhir fraksinya. Sebelum ia membacakan teks yang sudah dipersiapkan maka beliau meneriakkan kata “yahowu” di ruang sidang tersebut. Tentu saja dengan serta merta disambut gembira oleh kurang lebih 300 orang masyarakat Nias yang duduk di balkon, dengan ucapan “yahowu” pula. Kemudian ketika beliau mengakhiri pandangan fraksinya, sebelum turun dari podium sekali lagi beliau berteriak “yahowu”, dan disambut “yahowu” juga.
Kedua adalah ketika wakil dari PKS, yaitu Jajuli, membacakan pandangan akhir fraksinya. Setelah dan sebelum turun dari podium beliau juga meneriakkan kata “yahowu”, yang disambut juga “yahowu” oleh seluruh warga Nias yang duduk di balkon, bahkan sambil mereka melambai-lambaikan tangan.
Mengapa kedua anggota dewan ini sangat mengenal dan sangat familiar dengan kata “yahowu” ini sehingga memperdengarkannya di ruang sidang paripurna Dewan yang terhormat tersebut ? Ternyata mereka berdua menjadi rombongan anggota DPR yang datang ke pulau Nias sebelum-nya dalam rangkan melakukan kunjungan bertemu dengan masyarakat Nias untuk mendengar langsung dari rakyat tentang aspirasi rakyat tentang pemekaran daerah Nias. Jadi selama tiga hari berada di pulau Nias setiap mereka bertemu dengan rakyat, mereka disapa dengan “yahowu”. Apalagi pada acara-acara penyambutan maka kata “yahowu” ini terus mereka dengar sebagai ucapan selamat datang atau selamat berjumpa. Karena itu mereka pun sangat fasih dalam mengucapkan kata ini.
Jadi pada saat sidang paripurna DPR itu, masyarakat Nias benar-benar merasa bangga dan sekaligus sangat terharu. Pulau Nias yang sangat terpencil dan kecil, karena itu terbelakang dan miskin, orang Nias yang masih berjuang untuk maju dalam segala hal, Tetapi kata “yahowu” yang mereka cintai, yang merupakan ungkapan kebanggan mereka, bahkan salah satu yang menunjukkan identitas mereka dimana pun mereka berada, terdengar bergema dengan megahnya di dalam ruangan sidang paripurna DPR RI.
Oleh sebab itu seluruh warga Nias dimanapun berada di seantero bumi ini, janganlah melupakan kata “yahowu” ini. Bahkan perlu senantiasa di ajarkan kepada anak-anak kita, lebih-lebih pada anak-anak kita yang lahir dan bertumbuh tidak lagi di pulau Nias. Dengan demikian kata “yahowu” dapat sejajar dengan ungkapan yang sejenis, misalnya : horas, syalom, asalamalaikum. Sebab bukankah kata “yahowu” terdiri dari dua kata “ya” dan “howu”. “howu” artinya : howu-howu atau berkat. Berarti, yahowu adalah kiranya berkat ada padamu. Dan kalau sudah saling mengucapkan “yahowu”, berarti berkat selalu bersama kita. Indah bukan ?
Pamaita

Iklan

Read Full Post »