Feeds:
Tulisan
Komentar

I. P E N G A N T A R

Gebyar Lahewa 2012, yang dimulai tanggal 1 Desember 2012 akhirnya dapat ditutup pada tanggal 31 Desember 2012. Pembukaan dilakukan oleh Bapak Ama Ronal Lase dan ditutup oleh Bapak Ama Motan Zaluchu. Kapasitas mereka sebagai Penasehat Panitia, tetapi juga sebagai Wakil Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara.

Pelaksanaan kegiatan yang memakan waktu satu bulan, tentu saja telah memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi panitia. Karena itu pikiran, tenaga dan waktu yang telah diberikan dalam pelaksanaan seluruh kegiatan diberikan tanpa pamrih. Tentu saja diharapkan bahwa Gebyar Lahewa 2012 tidak akan menjadi sia-sia tetapi berdampak bagi kehidupan masyarakat Lahewa khususnya dan Kabupaten Nias Utara umumnya pada masa mendatang. Akhirnya Panitia dibubarkan pada hari Rabu, 16 Januari 2012 di LPK Menabur Lahewa.

II. KEGIATAN DAN HASILNYA

Kegiatan Gebyar Lahewa 2012, dalam pelaksanaanya melibatkan seluruh desa dan kelurahan yang ada di kecamatan Lahewa. Bahkan untuk mengikuti kegiatan harus atas nama desa atau kelurahan. Mengapa ? Tidak lain agar tujuan Gebyar Lahewa menjangkau seluruh masyarakat Lahewa, dan tidak hanya warga Kelurahan Lahewa saja, tempat seluruh kegiatan dilaksanakan. Masyarakat dari desa-desa diajak untuk merasa dan mengerti bahwa mereka bukan penonton tetapi sebagai pelaku terjadinya sebuah kegiatan bersama. Ini sekaligus menjadi salah satu kesempatan bagi Kepala Desa memperlihatkan kepemimpinannya dalam mendorong dan mengorganisir masyarakat desanya dengan mengikuti kegiatan-kegiatan dalam Gebyar Lahewa ini.

25122012646

Pendaftaran dibuka pada minggu pertama bulan Nopember. Dan sampai pada akhir pelaksanaan kegiatan, yang dapat mengikuti kegiatan Gebyar Lahewa 2012 sebanyak 15 desa dan satu kelurahan. Sedangkan 5 desa lainnya tidak dapat mengikuti sama sekali. Sekalipun demikian desa-desa yang turut ambil bagian, belum ada yang dapat mengikuti semua kegiatan yang ditawarkan, paling banyak 4 atau 5 kegiatan yang dapat diikuti. Akibatnya kegiatan yang dilaksanakan hanya sebanyak 5 kegiatan dari 10 yang direncakan.

Kegiatan-kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam Gebyar Lahewa 2012 adalah :

1. Pendirian pohon terang di tengah kota Lahewa. Mulai berdiri dan menyala tepat pada pembukaan, hari Sabtu tanggal 1 desember 2012 pukul 18.00.
2. Pertandingan Volley Pantai Putra dan Putri. Berlangsung tiap hari Sabtu dan Minggu selama bulan Desember di Pantai wisata Ambucha. Bahkan menjelang babak vinal harus ditambah pada hari Kamis, Jumat dan hari Senin.
3. Pertandingan Layang-layang di pantai wisata Turegalõkõ
4. Lomba Lari 10 K, yang diberangkatkan dari Desa Taliwa’a dan berakhir di depan Kantor Camat Lahewa.
5. Penilaian Desa Bersih, khususnya dalam pelaksanaan Sapta Pesona.
6. Pemilihan SILA’I dan SIBOLOWUA kecamatan Lahewa dan diikuti oleh 9 pasang pemuda-pemudi kecamatan Lahewa
7. Acara Penutupan pada hari Senin 31 Desember 2012. Pada penutupan ini disampaikan pengumuman-pengumuman pemenang perlombaan dan sekaligus pembagian hadiah yang disediakan oleh Panitia.

Adapun hasil atau pemenang-pemenang atas perlombaan yang dipertandingkan adalah :

1. Pemenang Volley Pantaivolley pantai putri
A. Putra : Juara 1 : Desa Ombõlata
Juara 2 : Desa IraonoLase
Juara 3 : Desa Sihene’asi
B. Putri : Juara 1 : Desa Hilina’a
Juara 2 : Desa Marafala
Juara 3 : Desa Hiligawõlõ

2. Perlombaan layang-layang
Juara 1 : Desa Iraonolasesebagian peserta lomba layang2
Juara 2 : Kelurahan Lahewa
Juara 3 : Desa Sitõlubanua

3. Lomba Lari 10 KM
Juara 1 : Dari Desa Fadorositõluhili atas nama : Feroni Gulõ dgn waktu 46 menit
Juara 2 : Dari Kelurahan Lahewa atas nama : Iman Sukur Lase
Juara 3 : Dari Desa Marafala atas nama : Eman

4. Penilaian Desa Bersih
Juara 1 : Desa Balõfadorotuho
Juara 2 : Desa Sihene’asi
Juara 3 : Desa Hilihatipeserta sila'i & sibolowua

5. Pemilihan Sila’i dan Sibolowua
Juara 1 : Desa Hilihati, atas diri Berjaya Zaluchu dan Monika Waruwu
Juara 2 : Desa Fadorositõlu Hili, atas diri Otomosi Zendato dan Angelina Zega
Juara 3 : Kelurahan Lahewa, atas diri Taufik dan Kiti Andriani

Sementara itu kegiatan yang tidak dilaksanakan karena peserta tidak memenuhi jumlah yaitu Karnaval Sepeda Hias, Karnaval Sepeda Motor Hias, Lomba Kuliner Desa, Gerak Jalan Indah dan Gotong Royong membersihkan pasar Lahewa, tidak dapat dilaksanakan karena sulitnya koordinasi.

III. E V A L U A S I

Gebyar Lahewa 2012 berlangsung selama satu bulan, yang dimulai tanggal 1 Desember dan berakhir pada tanggal 31 Desember 2012. Sebagai Evaluasi dapat dikemukakan beberapa hal sbb :
1. Beberapa kegiatan dalam Gebyar Lahewa, mungkin baru pertama diadakan di Kecamatan Lahewa bahkan mungkin di Kabupaten Nias Utara. Karena itu Panitia sangat merasakan menghadapi kesulitan di sana-sini.
2. Personil Panitia, ada beberapa yang tidak aktif sehingga sangat menyulitkan dalam koordinasi, baik dalam merancang dan melaksanakan kegiatan di lapangan.
3. Keterlibatan masyarakat desa di bawah koordinasi Kepala Desa belum maksimal, sehingga ada beberapa Desa yang sama sekali tidak turut mengambil bagian.
4. Cuaca bulan Desember yang curah hujannya lebih tinggi sering menyulitkan dalam melaksanakan kegiatan.
5. Pelaksanaan Voley Pantai diharapkan dilaksanakan di lapangan merdeka
6. Dana yang belum dapat terhimpun sekaligus, sehingga muncul rasa was-was, atau bimbang dan ragu untuk terlaksananya kegiatan Gebyar Lahewa.

IV. S A R A N

1. Diusulkan agar Gebyar Lahewa atau kegiatan-kegiatannya dapat menjadi agenda tahunan di kecamatan Lahewa. Bahkan dapat juga menjadi agenda Kabupaten. Serta peserta tidak lagi atas nama desa tetapi umum.
2. Bakat-bakat yang muncul dari para pemuda dan pemudi kiranya dapat mempunyai wadah untuk mengembangkannya, sehingga mereka tampil tidak hanya pada saat adanya perlombaan saja, tetapi ada sebuah wadah pelatihan yang berkesinambungan.
3. Kebersihan dan penataan kota Lahewa kiranya dapat menjadi prioritas pemerintah (bersama swasta/LSM ?) sehingga Lahewa mampu menuju menjadi kota Go Green. Dan desa-desa, khususnya yang ikut dinilai diharapkan dapat terus meningkatkan kebersihan desanya.

Lahewa, 16 Januari 2012
Atas nama Panitia Gebyar Lahewa 2012

P.Herman Baeha, MTh    Yusuf Zaluchu
Ketua Umum                       Sekretaris Umum

Penduduk pulau Nias dari dulu sampai sekarang dikenal mayoritas menganut agama Kristen. Walau jiwa dan karakter ini, tidak dapat dipertahankan oleh sebagian mereka yang merantau ke luar pulau Nias, namun kalau kita datang ke Nias suasana kekristenan ini masih sangat dirasakan. Memang di kota-kota seperti Gunung Sitoli, Lahewa, Sirombu dan Telukdalam, nampak adanya pergeseran karena kehadiran para pendatang dari Sumatera dan Aceh, namun hampir seluruh desa masyarakatnya masih memeluk Kristen dan bernaung di bawah nama gereja terbesar yaitu BNKP, atau Banua Niha Keriso Protestan. Ada seorang teman dari Jakarta yang melakukan aksi sosial di beberapa desa di pulau Nias, ketika ia bertanya pada warga desa, “apa agamamu ?”, lalu mereka menjawab : BNKP !

Dengan keadaan masyarakat seperti ini, tentu saja pegawai-pegawai pemerintah, mayoritas beragama Kristen. sehingga gereja dan pemerintah kelihatan “satu”, namun sesungguhnya dua institusi yang berbeda. Salah satu contoh ketika adanya acara “Penataran para pelayan BNKP” yang diadakan oleh Resort 35 Lahewa awal bulan Agustus lalu. Dalam acara ini turut dihadiri oleh jajaran eksekutif dan legislatif Kabupaten Nias Utara. Hadir Plt. Bupati Nias Utara, yang diwakili oleh Asisten dua, H.S. Hulu (Ama Tefi), Camat Lahewa Medin.Baeha (Ama Lois) dan Ketua DPRD yang diwakili oleh Wakil Ketua, Amizaro Waruwu. Pada acara pembukaan, yang dilaksanakan di gereja BNKP Lahewa, ketiga tokoh ini masing-masing diberi kesempatan menyampaikan kata sambutan. Diawali oleh Camat, kemudian DPRD dan terakhir Bupati. Lanjut Baca »

Sudah lama kita mendengar bahwa Plt (Pelaksana Tugas) Bupati Kabupaten Nias Utara (Kanira) sudah berganti dari Bapak Drs.Tolo’aro Hulu (Ama Vica) kepada Penjabat baru Bapak Drs.Fonaha Zega (Ama Forti). Pergantian Kepala Daerah Kanira yang sudah terjadi pada bulan Juni lalu itu, tentu saja sebagai warga Kanira dimanapun berada pada tempatnya, walau hanya melalui wadah ini, kita mengucapkan SELAMAT DATANG dan “selamat melayani” kepada Penjabat baru, Bapak Ama Forti Zega, yang akan memimpin Kanira untuk beberapa bulan mendatang. Demikian pula kita mengucapkan TERIMA KASIH kepada Bapak Ama Vica Hulu yang telah menyelesaikan masa tugas selama 1 tahun sebagai Plt.Bupati Kanira. Segala hal yang telah dilakukan apakah besar atau kecil selama satu tahun pasti tetap tercatat dalam sejarah Kanira.

Pergantian Penjabat ini dari satu sisi adalah hal yang biasa. Namun di sisi lain ketika mendengar suasana politisnya di seputar pergantian ini, sangat layak di sikapi. Menurut informasi, sesungguhnya bapak Ama Vica Hulu masih dapat melanjutkan tugasnya untuk satu tahun lagi. Kesempatan itu masih terbuka mengingat juga masa pensiun sebagai PNS masih tiga tahun lagi. Namun mengapa tidak berlanjut, inilah yang menyisakan tanda tanya. Apalagi sekarang Bapak Ama Vica tinggal menjadi staf di Kantor Bupati Kabupaten Nias. “Sayang sekali”, banyak orang mengatakan demikian. Demikian pula ketika bapak Ama Forti, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kanira tiba-tiba bisa menjadi Penjabat Bupati, sangat mengagetkan semua pihak. Karena itu para analisis lokal pun di Kanira dengan bebas memberi komentar. Ada yang mengatakan : inilah namanya politik, dimana kawan bisa menjadi lawan dan lawan bisa menjadi kawan, demi sebuah kepentingan yang mengatasnamakan rakyat. Politik, kata mereka, tidak selamanya melewati jalan lurus, bahkan sangat berliku. Kalau tidak waspada, bisa saja orang yang ada di belakang bisa menyalip seketika, mungkin di sebuah tikungan yang tidak disadari. Kalau lawan sudah menyalip dan meluncur di depan bak anak panah bagaimanapun sudah tidak bisa dikejar. Akibat yang terjadi adalah kekalahan dan penyesalan di depan. Kita tidak tahu komentar-komentar ini ditujukan kepada siapa. Yang jelas itulah gambaran bagaimana perjuangan yang terjadi di sekitar proses pergantian itu.

Terlepas dari semua situasi ketika pergantian itu terjadi, berbincang dengan Bapak Ama Forti, sebagai Pj.Bupati Kanira, sangat menyenangkan. Ketika ada kesempatan berjumpa pada Jumat, 6 Agustus 2010 lalu di Kantornya di Lotu, ibu kota Kanira, sempat terungkap hal-hal yang akan dilakukan dan dibenahi dalam waktu yang masih ada ke depan sebelum adanya Bupati defenitif. Salah satunya adalah mengajak para pegawai untuk disiplin dan menjalankan tugas dalam kebenaran. Beliau berupaya tegas untuk dan agar “kebenaran” ini dapat dijalankan. Dari sikap bicara dan watak, sangat kelihatan kalau bapak Ama Forti sebagai orang yang tegas. Soal kebenaran ini, mungkin saja ada kaitan dengan kariernya di masa lalu di Kabupaten Nias. Beliau pernah ditempatkan sebagai Sekretaris BKD dan kemudian di pindah sebagai Kepala Dinas Pariwisata.

Hal lain yang menjadi perhatiannya adalah mengawal pemilukada Kabupaten Nias Utara sehingga berlangsung sukses. Memang ada niat ingin maju sebagai salah satu candidat, apakah sebagai nomor satu atau sebagai wakil, tetapi masih pikir-pikir terkait roda pemerintahan Kanira, ketika niat itu mau diwujudkan. Baginya yang paling utama dan paling penting adalah mempersiapkan pemilukada, yang menurut rencana akan dilaksanakan pada awal bulan Pebruari 2011. Dengan pemilukada sukses berarti akan hadir Bupati defenitif, yang memimpin Kanira. Mengenai balon-balon yang namanya sudah mulai disebut-sebut, untuk menjadi pemimpin Kanira, menurutnya semuanya memiliki plus-minus. Karena itu pesannya : pertama-tama para candidat harus dapat mengenal sungguh-sungguh kekuatan dan kelemahannya, baru setelah itu kekuatan dan kelemahan lawan. Kemudian mampu membaca keinginan masyarakat baik yang dikatakan maupun yang belum mereka ungkapkan. Yang belum terungkapkan itu sekarang, bisa saja baru pada saat pilkada dikeluarkan. Dan hal tersebut kalau sudah menjadi sebuah opini masyarakat maka bisa menjadi keuntungan atau sebaliknya menjadi kerugian bagi candidat.

Hal lain sebagai informasi, bahwa selama dua bulan menjadi Penjabat Bupati Kanira, dijajaran kepegawaian di Kanira, Kepala BKD dan Ketua Bappeda mengalami pergantian. Kemudian para camat sedang bersiap-siap akan mengalami “tour of duty”. Selanjutnya sedang difasilitasi pembentukan KPUD Kanira, yang diharapkan segera terbentuk sebelum Pemilukada. Hal yang menarik lainnya adalah menyelesaikan perjuangan 50 orang calon pegawai negeri sipil yang NIP mereka tidak dapat keluar, pada hal nama-nama mereka sudah diumumkan sebagai calon yang lulus PNS pada tahun lalu. DPRD Kanira, khususnya Komisi A, sudah ke Jakarta menanyakan hal ini, hasilnya belum ada yang tahu. Bagaimana kelanjutan semua ini, marilah kita ikuti bersama. Salam.

DPRD KANIRA DILANTIK

Setelah menunggu sekian lama, sejak pelantikan Plt Bapati bulan Mei 2009 lalu, kini Kabupaten Nias Utara, mempunyai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pada Jumat, 23 April 2010, pukul 10.00 pagi di Lotu ibukota Kanira, calon-calon anggota DPRD Kanira resmi dilantik oleh Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Nias. Di depan Ketua Pengadilan yang didampingi oleh para Rohaniwan, serta disaksikan oleh masyarakat Kanira, 25 orang anggota DPRD Kanira mengucapkan janji mereka. Janji sebagai abdi Negara dan penyambung lidah masyarakat.

Lalu siapa yang menjadi Ketuanya ? Sebagai partai pemenang Pemilu, sudah pasti bahwa calon dari Partai Demokratlah yang duduk di kursi Ketua DPRD Kanira. Hal tersebutpun sudah disiapkan oleh partai Demokrat, yaitu Rasali Zaluchu, S.Ag yang beberapa bulan sebelumnya menduduki kursi sebagai Ketua DPRD Kabupaten Nias. Kini setelah dilantik, para anggota dewan yang terhormat ini sibuk menyusun fraksi dan komisi. Dalam penyusunan ini bagi partai yang yang memiliki banyak kursi di DPRD tidak begitu sulit, karena tinggal membagi diri. Sementara bagi partai-partai kecil, yang hanya satu atau dua kursi, harus berjuang mengadakan lobi dengan partai kecil lainnya. Yang diperjuangkan tentu adalah agar mendapat peluang untuk menjadi Ketua Fraksi atau Komisi, agar tidak semuanya dikuasai oleh partai besar. Yah, ada keseimbanganlah begitu. Lanjut Baca »

Karena masih dapat dihitung dengan jari manusia dari pulau Nias, Sumatera Utara, yang telah menjadi Guru Besar, karena itu pengukuhan Sua Hasil Nazara, Ph.D., sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia pada tanggal 10 Maret 2010 di kampus UI Depok oleh Menteri Pendidikan Nasional lalu menjadi sangat penting. Hal ini penting sebab ia adalah kader pulau Nias yang masih memiliki kesempatan terbuka lebar ke depan dan asset bangsa Indonesia yang masih berada dalam tataran generasi muda. Menurut informasi, bahwa Prof.Sua Hasil Nazara merupakan Guru Besar termuda di bidang Ilmu Ekonomi yang dihasilkan oleh UI dan warga “Ono Niha” (anak pulau Nias) pertama yang mendapat gelar sebagai Guru Besar di Kampus UI Depok, Jawa Barat. Ia mendapat jabatan Guru Besar dalam usia 38 tahun 10 bulan.

Pada acara syukuran, Sabtu 20 Maret lalu di Gedung Persada Halim Perdana Kusuma Jakarta yang diselenggerakan oleh orang tua dari Prof.Sua Hasil Nazara, bapak Ama Sua atau Hanati Nazara, SH, sangat terlihat suasana gembira dan sukacita. Tidak hanya teman-teman atau kawan-kawan dari Bapak Ama Sua yang memang kebanyakan sudah sepuh banyak hadir, juga teman dan kawan-kawan dari ibu Ina Sua semasih kuliah di Universitas Andalas Padang dan telah menjadi orang-orang berhasil di Jakarta sekarang ini, sangat meramaikan acara syukuran ini dengan lagu-lagu dari Sumatera Barat. Lebih-lebih tentu saja sebagian masyarakat Nias di Jakarta yang turut di undang dalam acara syukuran ini, memperlihatkan kebahagiaan mereka. Dan yang paling istimewa larut dalam kebahagiaan adalah warga PKLN (Persatuan Keluarga Masyarakat Lahewa) yang ada di Jakarta, karena Bapak Ama Sua adalah Penasehat dari PKLN. Dan dengan sendirinya Prof.Sua Hasil adalah warga PKLN Jakarta. Lanjut Baca »

ANGGOTA DPRD KANIRA 2010-1014

Anggota DPRD untuk Kabupaten Nias Utara berjumlah 25 orang terdiri atas nama :
Partai Demokrat :
1. Ferieli Zalukhu
2. Rasali Zalukhu SAg,
3. Asnidar Hulu,
4. Hisikia Harefa,
5. Notiria Harefa
Partai Pelopor :
6. Amizaro Waruwu SPd,
7. Sirila Baeha,
8. Pidaman Nazara AMa.
PDIP :
9. Alim Yunus Hulu
Golkar :
10. Marselinus Ingati Nazara AMd,
11. Sokhizatulo Zega,
PPRN :
12. Budieli Telaumbanua,
PKB :
13. Kabuyu Hulu SH
PATRIOT :
14. Desman Serius Nazara,
PDS :
15. Emanuel Zebua SH
PKDI :
16. Asa’aro Lase
17. Dalifati Ziliwu
PKPB :
18. Penataran Zebua,
PPD :
19. Agustimu Hulu,SPd
20. Arimei Zega,
HANURA :
21. Faogonaso Harefa,
PNBK :
22. Sodiriang Ziliwu AMd,
PKPI :
23. Drs Fo’anoita Zai,
PPPI :
24. Sozaro Gea,
Partai Merdeka :
25.Tolosokhi Gea

(sumber Nias Island.Com)

Mengambil momentum pertemuan Pj.Bupati Kanira dengan masyarakat Kanira Jakarta, Sabtu 30 Januari 2010, di ruang Cleva Hotel Mega Jl.Proklamasi No.40-42 Jakarta Piusat, maka pada saat ini juga BPP Kanira Jakarta yang dibentuk pada tanggal 7 Juni 2003, resmi dibubarkan. Laporan pertanggung-jawaban dibacakan oleh Ketua Umum BPP Kanira Jakarta dan kemudian laporan tersebut disampaikan kepada yang mewakili Penasehat Bapak Ama Sua Nazara,SH. Setelah menerima Laporan maka Bapak Ama Sua Nazara menyatakan bahwa “Hari ini tanggal 30 Januari 2010 BPP Kanira Jakarta secara resmi dibubarkan”. Berikut adalah Laporan BPP Kanira Jakarta.

LAPORAN BADAN PERSIAPAN PEMBENTUKAN KABUPATEN NIAS UTARA (BPP KANIRA) JAKARTA.

Yang saya hormati :
1. Para Penasehat BPP Kanira Jakarta
2. Pj.Bupati Kanira, beserta seluruh staf yang hadir
3. Rekan-rekan Pengurus BPP Kanira
4. Semua hadirin yg ada saat ini.

Terimalah salam kami dalam bahasa Nias : Yahowu !

Pada hari ini tibalah saatnya bagi kami untuk melaporkan secara singkat, tugas dan pekerjaan, yang telah dipercayakan kepada kami oleh bapak-ibu sekalian, khususnya oleh orang tua- orang tua kami, baik yang tercatat sebagai Penasehat BPP Kanira ataupun tidak tercatat, dan juga oleh masyarakat Nias baik yang ada di Nias dan lebih-lebih yang berada di Jabodetabek. Tugas yang diberikan itu adalah mengerjakan pekerjaan, perjuangan pembentukan sebuah Kabupaten Nias Utara di Pulau Nias sampai berhasil terbentuk. Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.